Kongres Luar Biasa yang digelar oleh Ikatan Geograf Indonesia (IGI) pada sabtu (21/11/2020) dibuka dengan Webinar yang mengangkat tema “Peran Geograf dalam Mendukung Kebijakan Riset dan Inovasi Nasional”. Kongres pada tahun ini sedikit berbeda karena seluruh peserta yang mengikuti berkumpul secara virtual dan diikuti oleh para ahli dan penggiat geografi di Indonesia. Meskipun kongres dan seminar dilakukan secara virtual, namun tidak menyurutkan semangat seluruh anggota dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan ini. Webinar kali ini diisi oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, M,Sc. dan Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph,D.

Dalam sambutannya Dr. Muhammad Dimyati M,Sc. Selaku Plt Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI) mengajak seluruh anggota IGI untuk saling mendukung dan berkerjasama agar IGI menjadi organisasi yang lebih baik dan lebih besar. Ia juga menyambut hangat kehadiran  pemuda yang turut serta dalam kongres ini dan menaruh harapan ditangan anak muda semoga IGI akan berjaya. Disamping itu disampaikan pula beberapa isu strategis dengan harapan menjadi catatan penting bagi IGI dikemudian hari.

Webinar dimulai dengan pidato ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, M,Sc. selaku Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan judul “Kontribusi Ilmu Geografi dalam Penyelenggaraan Informasi Geospasial untuk Mendukung Pembangunan Nasional”. Dalam kesempatan ini disampaikan mengenai perkembangan ilmu geografi di indoensia yang salah satunya ditandai dengan terbentuknya IGI pada tahun 1967. Kemudian sebagaimana tertuang dalam UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, penyelenggaraan Informasi Geospasial terdiri dari ruang lingkup Penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar (IGD), Informasi Geospasial Tematik (IGT), serta penyelenggaraan Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG). Lebih lanjut pembicara menyampaikan peranan geograf diharapkan mampu meningkatkan indeks kesiapan geospasial negara sebagai bagian dari kesiapan kita menghadapi tantangan regional dan global.

Pada kesempatan ini Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph,D. menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara besar yang diberkahi dengan sumber daya alam baik yang membentang di darat maupun dilaut. Hal tersebut perlu dikelola oleh bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Oleh sebab itu, maka prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi ciri utama yang harus didorong dan diimplementasikan bersama. Selanjutnya Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia juga menambahkan bahwa pemerintah berharap dan mendorong peran geograf secara nasional untuk terus mampu memberikan kontribusi keilmuannya dalam memberikan solusi dan inovasi demi kemajuan Bangsa Indonesia.

Setelah narasumber menyampaikan materi yang menjadi topik pembahasan, rangkaian acara berlanjut pada sesi diskusi dan penyampaian tanggapan. Dalam sesi ini diberikan kesempatan kepada peninjau untuk memberikan pendapat mengenai materi yang disampaikan oleh narasumber. Bayu Yanuargi selaku Senior Manager Grab Southeast Asia menyampaikan bahwa informasi yang sampaikan oleh narasumber sangat valid sebab geospasial sangat dibutuhkan terutama pada bidang high technology, khususnya pada saat inihampir seluruh sektor seperti e-commerce, transportasi hingga travel sangat membutuhkan data geospasial terlebih Indonesia sebagai negara dengan pengguna internet yang sangat besar.

Pandangan lain juga disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan, yaitu Prof. Enok Maryani yang menjelaskan bahwa geografi sudah sangat kental di dunia pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) yang penyampaiannya bersifat tematis dimana tidak tampak pelajaran mengenai geografi tetapi disampaikan didalamnya mengenai lingkungan dan wilayah. Sementara itu pada jenjang sekolah menengah geografi sudah berdiri sendiri sebagai mata pelajaran dan membahas tentang informasi yang lebih spesifik.

Muhammad kamal, Ph,D. selaku Wakil Bidang Inovasi Riset menjelaskan menemukan beberapa point penting salah satunya yaitu pendekatan dibidang geografi secara formal yang meliputi aspek keruangan, lingkungan dan kompleks wilayah dapat menjadi potensi riset yang sangat banyak penerapannya. Misalnya inventarisasi sumber daya alam, pemetaan, sampai monitoring sumber daya alam dari waktu-kewaktu. Beliau juga mengharapkan agar IGI bisa menjadi wahana komunikasi dan kolaborasi bagi para peneliti maupun antar anggota IGI terkait riset untuk mendukung pembangunan nasional. Webinar ditutup dengan penyampaian closing statement oleh Dr. Muhammad Dimyati M,Sc dengan mengajak dan meyakinkan seluruh anggota untuk berkolaborasi bahwa dengan merapatkan barisan IGI akan berjaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *