Geograf.id — Debut Xabi Alonso sebagai pelatih Chelsea dalam laga persahabatan melawan Western Sydney Wanderers berakhir dengan kemenangan 6-4. Pertandingan ini menjadi panggung bagi empat penyerang dengan peran yang berbeda, menyoroti tantangan dan potensi yang dimiliki skuad The Blues di bawah kepelatihan baru.
Salah satu sorotan utama adalah performa impresif Joao Pedro yang mencetak hat-trick hanya dalam sembilan menit. Kecepatannya, kekuatan, dan ketajamannya di depan gawang menjadi senjata mematikan bagi tim. Alonso menggambarkan Joao Pedro sebagai pemain yang “sangat, sangat lapar” dan “bertekad untuk memiliki musim yang hebat”. Kemungkinan, kekecewaan karena tidak masuk skuad Piala Dunia Brasil memacu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Meskipun demikian, penampilan Chelsea secara keseluruhan masih terlihat kurang sempurna, kemungkinan besar disebabkan oleh efek jet lag setelah perjalanan jauh. Selain Joao Pedro, talenta muda Dastan Satpaev juga menunjukkan sinarnya. Pemain berusia 17 tahun ini berhasil mencetak gol pertama di era kepelatihan Alonso secara spektakuler di menit keenam pertandingan. Satpaev tampil sebagai triallis karena kepindahannya dari FC Kairat ke Stamford Bridge baru akan resmi selesai pada 12 Agustus.
Berbeda dengan kedua pemain tersebut, Liam Delap kembali menunjukkan performa yang kesulitan, melanjutkan trennya sejak kepindahannya senilai £30 juta dari Ipswich musim panas lalu. Kurang percaya diri membuat Chelsea mempertimbangkan untuk menjualnya. Sebagai gantinya, klub dilaporkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk mendatangkan Danny Welbeck yang berusia 35 tahun sebagai pengganti berpengalaman. Welbeck dilaporkan telah menyetujui persyaratan pribadi, dan ada optimisme kesepakatan dapat tercapai, meskipun Brighton menolak berkomentar.
Selain itu, Chelsea juga dikabarkan sedang bernegosiasi untuk mendatangkan gelandang berusia 36 tahun, Jordan Henderson, dari Brentford guna menambah pengalaman dan kepemimpinan dalam skuad setelah musim 2025-2026 yang mengecewakan. Menanggapi rumor perekrutan kedua pemain senior tersebut, Alonso menyatakan, “Kami membutuhkan keseimbangan, untuk memiliki skuad yang lengkap dan membentuk tim yang baik. Untuk itu, kami memiliki ide dan rencana.”
Di luar narasi seputar lini serang, yang juga diperkuat oleh kehadiran Emmanuel Emegha dan Nicolas Jackson yang sedang cedera, debut ini baru memberikan gambaran awal tentang apa yang diharapkan dari Chelsea di bawah asuhan Alonso. Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi Dastan Satpaev untuk berpotensi menjadi pemain Kazakhstan pertama yang tampil di Liga Primer Inggris. Di negaranya, Satpaev sudah menjadi bintang, bahkan telah bermain untuk tim nasional.
Dengan postur yang cepat, lincah di kotak penalti, dan tidak terlalu tinggi, Satpaev sering disamakan gayanya dengan mantan striker Argentina dan Manchester City, Sergio Aguero. Mengenai peluang Satpaev di Chelsea musim ini, terutama dengan adanya potensi peminjaman, Alonso menjawab, “Kami masih harus mengambil keputusan.” Alonso menambahkan bahwa ia mengenal Dastan dari Almaty, dan terkesan dengan kemampuannya sebagai ancaman di lini serang, baik dari sisi dalam maupun luar kotak penalti.
Alonso, yang merupakan mantan gelandang Liverpool, menerapkan sistem 4-2-3-1 yang juga diadopsi oleh Enzo Maresca musim sebelumnya. Mengingat beberapa pemain masih berlibur pasca-Piala Dunia, termasuk rekrutan termahal klub senilai £117 juta, Morgan Rogers, sejumlah pemain muda mendapatkan kesempatan. Trio lini tengah Mahdi Nicoll-Jazuli, Reggie Walsh, dan Reggie Watson tampil mengesankan, dengan Watson menjadi satu-satunya pemain yang bermain penuh.
Nicoll-Jazuli dan Watson, keduanya berusia 16 tahun, tampil solid di lini tengah, sementara Walsh yang berusia 17 tahun menunjukkan performa menjanjikan dalam peran yang lebih menyerang. Alonso sendiri mengungkapkan keterkejutannya atas performa baik tujuh pemain akademi yang dipromosikan untuk mengisi kekosongan skuad dalam sesi latihan. Landon Emenalo, 18 tahun, juga mendapatkan kesempatan signifikan karena minimnya pilihan di posisi bek kiri.
Satu-satunya pemain senior selain Joao Pedro yang tampil menonjol adalah penyerang sayap Jamie Gittens, yang berhasil mencetak gol ketiganya dalam tiga penampilan pramusim, menambah dua gol dari pertandingan tertutup melawan tim-tim EFL.
Ikuti Geograf.id
