— Perjalanan Hearts di Liga Champions harus terhenti setelah menelan kekalahan 2-0 dari Sturm Graz pada leg kedua kualifikasi kedua di kandang sendiri. Kekalahan ini membuat tim asuhan Wouter Vrancken tersingkir dengan agregat telak 0-6.

Tertinggal 4-0 dari leg pertama di Austria seminggu sebelumnya, pelatih baru Hearts, Wouter Vrancken, menyatakan bahwa timnya harus tampil “hampir sempurna” untuk meraih “malam yang ajaib dan bersejarah” di Tynecastle.

Meski sempat menampilkan awal yang menjanjikan dan memberikan harapan bagi para pendukung untuk kebangkitan yang luar biasa, Sturm Graz berhasil meredam permainan tuan rumah. Gol-gol yang tercipta di pertengahan babak kedua akhirnya memastikan kemenangan nyaman bagi tim tamu dengan agregat 6-0, sekaligus memberikan kekalahan kandang pertama bagi Hearts dalam 15 bulan terakhir.

Hearts, yang kehilangan Stephen Kingsley dan Alexandros Kyziridis karena cedera, kini akan melanjutkan kiprahnya di Liga Europa. Mereka dijadwalkan akan menghadapi pemenang antara Benfica dan St Gallen di babak kualifikasi ketiga, dengan St Gallen memimpin 2-1 dari leg pertama.

Pelatih Graz, Fabio Ingolitsch, memprediksi bahwa Hearts akan melakukan “empat atau lima” perubahan pada susunan pemain yang diturunkan di leg pertama. Namun, Vrancken hanya melakukan tiga perubahan, dengan Jordi Altena dan kapten Kingsley ditambahkan ke lini pertahanan, serta Sabri Guendouz yang mendapatkan kesempatan starter pertamanya untuk mendukung penyerang Claudio Braga.

Vrancken, yang berasal dari Belgia, tampaknya terkesan dengan awal positif yang ditampilkan timnya. Mereka berhasil menekan tim asal Austria tersebut sejak awal dan hampir unggul pada menit kesembilan ketika Malachi Fagan-Walcott menyundul bola sedikit melebar dari tendangan bebas Kyziridis.

Blair Spittal kemudian melihat tembakannya diblok setelah Kyziridis memberikan umpan silang rendah kepada rekannya di tepi kotak penalti.

Hearts nyaris kebobolan pada menit ke-16 ketika kiper Alexander Schwolow, yang memainkan pertandingan terakhirnya sebelum kembali ke Jerman untuk bergabung dengan Mainz, berhasil menggagalkan peluang Szymon Wlodarczyk. Momen itu terjadi setelah Fagan-Walcott melakukan sapuan yang kurang sempurna, membuat penyerang lawan berhadapan langsung dengan gawang.

Seiring meredanya tekanan tuan rumah, Sturm Graz mulai mengambil inisiatif dan menciptakan serangkaian peluang dalam waktu berdekatan.

Seedy Jatta berhasil lolos dari kawalan Fagan-Walcott di dalam kotak penalti, namun tembakannya hanya bersarang di sisi jaring pada menit ke-24. Beberapa saat kemudian, Schwolow kembali melakukan penyelamatan gemilang untuk menghentikan Jatta, sebelum Jacob Hodl melepaskan tembakan dari bola muntah yang berhasil digagalkan di garis gawang oleh Kingsley.

Sturm Graz sempat mengira telah unggul pada menit ke-26 ketika Jatta berhasil menceploskan bola ke gawang kosong. Namun, gol tersebut akhirnya dianulir setelah melalui pemeriksaan VAR, karena penyerang tersebut dianggap menjegal Harry Milne.

Hearts mencoba mengancam pada menit ke-42 ketika umpan silang Miller berhasil disapu oleh pertahanan tim tamu.

Namun, harapan tipis tuan rumah untuk bangkit dari ketertinggalan akhirnya pupus pada menit ke-64. Simon Seidl melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang merobek jala gawang Schwolow dan masuk di tiang jauh, setelah bola pantulan dari tandukan kapten Jon Gorenc jatuh di sisi kanan kotak penalti.

Empat menit kemudian, Emran Soglo berhasil melepaskan diri dari kawalan di dalam kotak penalti dan mencetak gol pada percobaan keduanya setelah tendangan awalnya sempat diblok oleh Schwolow.