— Samsung Electronics pada 22 Juli 2026 dalam acara Galaxy Unpacked July 2026 resmi meluncurkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8. Peluncuran ini menandai genap delapan generasi bagi seri Galaxy Z.

Selama tujuh generasi sebelumnya, Samsung telah memelopori kategori ponsel lipat melalui kemajuan teknologi layar, rekayasa engsel, dan inovasi material. Semua itu didorong oleh pemahaman mendalam tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka.

Untuk memahami bagaimana wawasan pengguna tersebut memandu rekayasa di balik ponsel lipat terbaru Samsung, Samsung Newsroom melakukan wawancara dengan Sunghoon Moon, Executive Vice President and Senior Executive of Mobile R&D Office – Hardware, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics.

Tujuh Generasi Wawasan Pengguna Bentuk Pendekatan Galaxy Z Terbaru

Sunghoon Moon menjelaskan bahwa sejak awal, Samsung melihat ponsel lipat sebagai peluang untuk mendefinisikan ulang cara orang berinteraksi dengan ponsel cerdas, bukan sekadar sebagai faktor bentuk baru. “Melalui tujuh generasi, kami telah mempelajari bagaimana orang membuka, membawa, melipat, dan mengandalkan perangkat mereka,” ujarnya.

Wawasan tersebut membentuk prioritas rekayasa Samsung dan membimbing setiap generasi baru dari seri Galaxy Z. Seiring waktu, tiga prioritas utama menjadi jelas: layar yang lebih besar dan imersif, perangkat yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan daya tahan, serta performa ultra sambil mempertahankan keunggulan unik dari faktor bentuk lipat. “Menghadirkan ketiga hal tersebut menjadi tantangan rekayasa yang menentukan di balik seri Galaxy Z terbaru,” tambah Moon.

Rekayasa Sistem Terhubung untuk Ponsel Lipat

Image
Foto: Sistem Terhubung untuk Ponsel Lipat Samsung Galaxy Z Series

Moon menjelaskan bahwa pada ponsel lipat, setiap komponen saling terhubung. Membuat perangkat lebih tipis, misalnya, berarti mendesain ulang layar, engsel, baterai, sistem termal, dan arsitektur internal secara bersamaan. “Daripada mengoptimalkan setiap komponen secara terpisah, kami merekayasa seluruh perangkat sebagai satu sistem yang terhubung,” katanya.

Filosofi rekayasa menyeluruh ini meluas dari desain material dan komponen hingga manufaktur, validasi, dan pengalaman produk akhir. Hal ini memungkinkan kemajuan rekayasa menjadi peningkatan yang dirasakan pengguna setiap hari.

Teknologi Flex Titanium Selesaikan Tantangan Rekayasa

Image
Foto: Teknologi Flex Titanium Samsung Galaxy Z Series

Tujuan Samsung adalah membuat ponsel lipat lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan daya tahan atau pengalaman visual. Hal ini memerlukan pengerjaan ulang struktur pendukung layar yang melindungi panel OLED ultra-tipis sambil mempertahankan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk pelipatan berulang.

Titanium, yang digunakan dalam industri yang menuntut seperti kedirgantaraan, menawarkan kekuatan dan ketahanan terhadap deformasi permanen yang penting untuk layar lipat. Namun, memilih material hanyalah permulaan. Tantangan sebenarnya adalah mengembangkan keahlian pemrosesan, desain struktural, dan manufaktur yang dibutuhkan untuk membuat titanium cocok untuk pelipatan berulang.

Flex Titanium menggabungkan dua elemen berbasis titanium. Pelat titanium di bawah layar berfungsi sebagai pendukung struktural utama, membantu menyerap tekanan dan benturan dari bagian depan dan belakang perangkat. Struktur kisi yang direkayasa dengan presisi, yang dibuat melalui proses manufaktur hibrida, memungkinkan pelat tetap fleksibel sambil mempertahankan kekuatan struktural. Di bawah panel layar, film paduan titanium memberikan kekuatan, fleksibilitas, dan pemulihan elastis yang dibutuhkan untuk mendukung pelipatan sehari-hari yang berulang, bahkan dengan ketebalan hanya puluhan mikrometer – sekitar sepertiga ketebalan rambut manusia.

Inovasi gabungan ini memperkuat struktur pendukung layar sambil mengurangi ketebalan modul layar sebesar 10%, menciptakan ruang tambahan untuk baterai, sistem termal, dan kamera. Bagi pengguna, hal ini berarti perangkat yang lebih tipis, lebih ringan, dengan layar yang lebih datar dan visibilitas lipatan yang berkurang.

Inovasi Sistem Baterai Galaxy Z Series Terbaru

Image
Foto: Baterai Silikon Karbon

Pengguna mengharapkan masa pakai baterai yang lebih lama, pengisian daya yang lebih cepat, dan ponsel lipat yang lebih tipis, tanpa mengorbankan keamanan, stabilitas, atau keandalan jangka panjang. Memenuhi harapan tersebut memerlukan perombakan sistem baterai, bukan sekadar peningkatan kapasitas.

Samsung memperkenalkan anoda silikon-karbon untuk meningkatkan kepadatan energi. Namun, inovasi ini melampaui anoda. Karena bahan silikon-karbon lebih reaktif, menjaga stabilitas jangka panjang di bawah kondisi tegangan tinggi berarti mengoptimalkan seluruh sistem baterai. Peningkatan pada struktur layar juga menciptakan ruang internal tambahan, memungkinkan Samsung mendesain ulang sistem baterai sambil mempertahankan faktor bentuk yang lebih ramping. Hasilnya, Galaxy Z Fold8 Ultra dilengkapi baterai 5.000 mAh.

Filosofi yang sama juga membentuk sistem pengisian daya. Daripada menerapkan satu solusi di seluruh jajaran produk, Samsung mengembangkan arsitektur pengisian daya yang disesuaikan untuk setiap faktor bentuk lipat. Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 menggunakan arsitektur pengisian daya dual-path yang membantu mendistribusikan daya lebih efisien ke seluruh sistem baterai, memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat, lebih stabil, dan andal sambil meningkatkan manajemen panas. Ini mendukung pengisian daya cepat 45W, memungkinkan Galaxy Z Fold8 Ultra mencapai 67% dalam 30 menit. Untuk Galaxy Z Flip8, arsitektur pengisian daya dioptimalkan secara terpisah untuk persyaratan spasial dan termal unik dari faktor bentuknya yang ringkas.

Validasi Ketahanan untuk Penggunaan Bertahun-tahun

Bagi Samsung, daya tahan bukan hanya tentang desain, tetapi harus dibuktikan melalui pengujian. Perusahaan memvalidasi sistem lipat yang lengkap dalam kondisi yang mencerminkan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka. Seri Galaxy Z terbaru menjalani lebih dari 100 tes validasi keandalan yang mencakup kondisi dunia nyata, termasuk jatuh, pelipatan berulang, tekanan, kelembaban, dan kotoran.

“Tujuan kami adalah untuk memahami bagaimana perangkat lengkap berkinerja dalam penggunaan sehari-hari, mengidentifikasi potensi masalah sebelum mencapai pelanggan, dan membangun ponsel lipat yang dapat dipercaya orang,” pungkas Moon.

Melihat kembali seluruh proses pengembangan, Moon menekankan bahwa segalanya dimulai dari pengguna. Selama tujuh generasi, Samsung telah mengubah wawasan pengguna menjadi inovasi dalam material, komponen, dan pengalaman perangkat secara keseluruhan. Filosofi ini terus memandu seri Galaxy Z untuk menghadirkan ponsel lipat yang lebih tipis, lebih tahan lama, lebih mampu, dan lebih intuitif dari tahun ke tahun.