— PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan rekor ekspor yang signifikan, mengirimkan total 3,2 juta unit mobil ke 100 negara di seluruh dunia sejak memulai aktivitas ekspor pada tahun 1987. Pencapaian ini menegaskan kepercayaan global terhadap kualitas kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

Mobil-mobil buatan Toyota Indonesia didistribusikan ke berbagai kawasan, termasuk Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menyatakan bahwa konsistensi kinerja ekspor ini merupakan hasil kolaborasi erat antara tenaga kerja lokal dan lebih dari 760 rantai pasok, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta didukung oleh pemerintah.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, ekspor mobil Toyota mencapai lebih dari 145.000 unit, menunjukkan peningkatan 10,7 persen dibandingkan paruh pertama tahun sebelumnya. Angka ini berkontribusi sebesar 57,6 persen dari total ekspor mobil utuh (CBU) Indonesia yang mencapai sekitar 251.000 unit pada periode yang sama.

Pertumbuhan ekspor ini didorong oleh permintaan yang kuat dari pasar internasional. Kawasan Asia menjadi pasar ekspor terbesar bagi Toyota Indonesia, menyumbang 57,8 persen dari total ekspor. Amerika menyusul dengan 29,5 persen, dan Timur Tengah dengan 12,0 persen.

Model-model seperti Toyota Avanza dan Veloz menjadi kontributor utama dalam angka ekspor, dengan total pengiriman 32.571 unit. Raize menyusul dengan 26.082 unit, dan Yaris Cross dengan 20.441 unit. Kendaraan elektrifikasi Toyota, seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid, juga menunjukkan tren positif di pasar global, dengan total pengiriman kumulatif sebanyak 62.000 unit sejak 2023.

Selain kendaraan utuh, Toyota Indonesia juga aktif mengekspor berbagai komponen otomotif, termasuk CKD (Completely Knocked Down) parts, komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, dan alat produksi seperti *die*. Nandi Julyanto menambahkan bahwa ekspor ini berperan penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di kancah global yang semakin kompetitif.