Geograf.id — Xiaomi meluncurkan global smart band terbarunya, Xiaomi Smart Band 10 Pro, pada akhir Mei lalu. Perangkat ini dapat dianggap sebagai penerus Smart Band 9 Pro atau sebagai inovasi mandiri. Dibanderol mulai dari €75 (sekitar Rp1,29 juta, dengan kurs Rp17.200/€) untuk model standar dan €100 (sekitar Rp1,72 juta) untuk versi NFC/Ceramic, wearable ini hadir dengan sejumlah peningkatan yang membuatnya semakin menarik.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya, sedikit perubahan signifikan terjadi pada desain. Xiaomi Smart Band 10 Pro memiliki dimensi yang sedikit lebih ringan dan tipis, serta mempertahankan kapasitas baterai 350mAh. Layarnya masih menggunakan panel OLED 1,74 inci dengan refresh rate 60Hz, namun kini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 2.000 nits, naik dari 1.200 nits pada model sebelumnya. Kecerahan ini memastikan tampilan tetap jelas bahkan di bawah sinar matahari terik.
Desain dan Layar yang Memukau
Redaksi menguji versi ceramic special edition yang sedikit lebih besar dan berat, namun hadir dengan tali fluororubber yang terasa lebih halus dibandingkan material TPU pada model aluminium. Desainnya sangat mulus dan berkilau pada edisi keramik, memberikan kesan yang lebih mewah. Pilihan warna untuk model aluminium meliputi pink, hitam, dan silver dengan finishing matte, sementara edisi keramik hadir dalam warna putih.
Xiaomi kembali mengusung desain tanpa tombol fisik, memberikan tampilan yang bersih dan seimbang. Navigasi antarmuka sepenuhnya mengandalkan layar sentuh, yang dapat disesuaikan dalam beberapa hari pemakaian. Namun, bagi pengguna yang terbiasa dengan wearable berkancing, transisi ini mungkin memerlukan sedikit adaptasi.
Perangkat ini tidak dilengkapi speaker maupun mikrofon, yang membedakannya dari beberapa pesaing di kelasnya. Ketiadaan fitur ini berarti pengguna tidak dapat melakukan panggilan langsung dari pergelangan tangan. Meskipun bukan menjadi dealbreaker bagi semua orang, hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi sebagian pengguna.
Bobotnya yang ringan membuat Xiaomi Smart Band 10 Pro terasa nyaman dikenakan sepanjang hari, seolah menghilang di pergelangan tangan. Pengguna yang terbiasa memakai jam tangan berukuran penuh akan merasakan perbedaan signifikan dengan ukuran yang lebih ringkas ini.
Untuk meningkatkan pengalaman sentuhan, Xiaomi Smart Band 10 Pro dibekali motor getar linear high-voltage yang responsif. Layar OLED berukuran 1,74 inci dengan resolusi 480×336 piksel dan refresh rate 60Hz memiliki lengkungan 2.5D di setiap sisinya, menambah kesan premium dan kenyamanan saat menggeser layar. Fitur always-on display juga tersedia, namun dapat mengurangi masa pakai baterai hingga setengahnya.
Antarmuka dan Fitur Pintar
Xiaomi Smart Band 10 Pro menjalankan sistem operasi HyperOS 3 dan terhubung ke ponsel melalui aplikasi Mi Fitness yang tersedia untuk Android dan iOS. Navigasi antarmuka dilakukan dengan gestur geser. Gesekan dari bawah menampilkan apps grid, dari atas untuk notifikasi, dari kiri untuk quick toggles (alarm, senter), dan dari kanan untuk daftar widget yang dapat disesuaikan (cuaca, detak jantung, kebugaran).
Tanpa tombol fisik, tidak ada cara langsung untuk membuka aplikasi terbaru atau menu multi-tasking. Pengguna perlu beberapa kali menggeser dari kiri untuk kembali ke tampilan jam utama jika berada di menu berlapis.
Aplikasi bawaan mencakup senter, cuaca, kalender, kompas, dan bahkan aplikasi kamera yang berfungsi sebagai remote shutter untuk ponsel. Perangkat ini mendukung sinkronisasi pesan dual-device, menampilkan notifikasi dari ponsel Android maupun iPhone.
Bagi pengguna yang memiliki versi NFC, Xiaomi Pay dapat diatur melalui aplikasi Mi Fitness untuk melakukan pembayaran nirkontak menggunakan kartu Mastercard dan Visa, yang mungkin memerlukan otorisasi keamanan tambahan dari bank.
Pelacakan Kesehatan dan Kebugaran yang Ditingkatkan
Fitur pelacakan kesehatan dan kebugaran pada Xiaomi Smart Band 10 Pro telah mengalami pembaruan signifikan. Perangkat ini dilengkapi modul PPG baru dengan dua sumber cahaya (hijau dan merah) serta sensor PD ganda. Algoritma pelacakan kesehatan dan kebugaran juga ditingkatkan.
Fitur pemantauan heart rate variability (HRV) saat tidur kini disempurnakan dengan algoritma tidur 2.0, menghasilkan akurasi pelacakan tidur yang lebih baik (peningkatan 11% untuk akurasi tidur/bangun dan 14% untuk akurasi tahapan tidur). Pengguna akan mendapatkan skor tidur, rekomendasi perbaikan, skor efisiensi berdasarkan total waktu di tempat tidur, rata-rata detak jantung, saturasi oksigen, laju pernapasan, dan HRV per malam.
Pelacakan olahraga juga sangat komprehensif. Pengukuran detak jantung terbukti stabil saat sesi latihan beban, lari di luar ruangan, maupun pertandingan sepak bola intens. GPS mengunci sinyal dengan cepat dan akurasi pelacakannya sangat presisi, sesuai dengan rute yang biasa dilalui. Pembacaan VO2 max juga konsisten dengan perangkat lain.
Berbeda dengan beberapa wearable lain, sesi latihan tidak dapat dibatalkan secara tidak sengaja. Pengguna perlu menahan tombol jeda selama beberapa detik untuk mengakhiri sesi. Perangkat ini juga tidak memantau penurunan detak jantung pasca-sesi latihan.
Daya Tahan Baterai Luar Biasa
Xiaomi Smart Band 10 Pro menggunakan baterai 350mAh yang sama dengan pendahulunya, namun memberikan daya tahan yang terasa lebih baik. Dengan penggunaan konstan hampir 24/7, termasuk pelacakan tidur, notifikasi aktif, raise to wake, dan tiga hingga empat sesi olahraga per minggu tanpa always-on display, perangkat ini mampu bertahan hingga 21 hari pemakaian. Angka ini sesuai dengan klaim resmi Xiaomi dan menempatkan smart band ini dalam kategori bebas khawatir soal pengisian daya.
Pengisian daya dari 0% hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 90 menit.
Kesimpulan
Xiaomi Smart Band 10 Pro adalah rekomendasi kuat bagi siapa saja yang mencari smart wearable dengan fitur lengkap dan daya tahan baterai impresif. Dengan harga yang relatif terjangkau, perangkat ini menawarkan fungsionalitas yang dibutuhkan tanpa elemen yang tidak perlu, dan yang terpenting, dapat bertahan berminggu-minggu tanpa perlu diisi daya.
Meskipun sederhana, smart band ini tidak kekurangan fitur pintar dan mampu memenuhi tuntutan kesehatan serta kebugaran pengguna.
Di pasar, Xiaomi Smart Band 10 Pro bersaing dengan Huawei Band 10 dan 11 (dengan GPS pada versi Pro), seri Honor Band, Amazfit Active 2, serta Fitbit Charge 6. Samsung Galaxy Fit3 juga menjadi pilihan, namun harganya lebih tinggi dan tidak memiliki GPS untuk pelacakan lari.
Kelemahan utamanya adalah ketiadaan tombol fisik, speaker, dan mikrofon. Namun, desain tanpa tombol tidak menjadi masalah bagi pengguna yang hanya ingin melihat waktu. Pertanyaan tentang penggunaan smart band untuk panggilan juga masih relevan bagi banyak orang.
Xiaomi Smart Band 10 Pro tersedia di Amazon Jerman dengan harga €75 untuk model standar dan €100 untuk versi NFC/Ceramic.
Ikuti Geograf.id
