— Merek-merek kendaraan asal China diprediksi akan mendominasi pasar mobil baru Australia, menguasai 58% pangsa pasar pada tahun 2035. Angka ini setara dengan hampir 900.000 unit kendaraan yang terjual setiap tahunnya, menurut prediksi terbaru dari Asosiasi Dealer Otomotif Australia (AADA).

Prediksi ini menunjukkan pergeseran yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Data penjualan bulan Juni lalu mencatat bahwa kendaraan buatan China sudah menyumbang 35,5% dari total pasar mobil baru di Australia. Proyeksi terbaru ini secara substansial lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Australian Centre for International Economics, yang memperkirakan pangsa pasar sebesar 43% pada 2035.

“Hasil penjualan kendaraan baru bulan Juni menunjukkan transisi kendaraan listrik (EV) terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, terutama bagi produsen asal China,” ujar CEO AADA, James Voortman.

China sendiri telah melampaui Jepang sebagai pemasok kendaraan baru terbesar di Australia. Pada Juni 2026, pembeli di Australia tercatat membeli 46.592 kendaraan buatan China, yang menyumbang 35,5% dari pasar. Jepang berada di peringkat kedua dengan 27.098 kendaraan (20,7%), diikuti oleh Thailand (23.297 unit), Korea Selatan (14.863 unit), dan Jerman (5.731 unit).

Pergeseran ini juga terlihat jelas dalam peringkat merek. Toyota masih menjadi produsen mobil terlaris di Australia pada bulan Juni dengan 19.124 unit, namun BYD membuntuti di belakang dengan 18.881 unit, hanya berselisih 243 unit. Merek China lainnya seperti GWM dan Chery menempati peringkat kedelapan dan kesembilan.

Image
Foto: BYD Eksport

AADA memperkirakan jumlah merek yang bersaing di Australia akan meningkat dari 67 saat ini menjadi 75 pada tahun 2031, seiring dengan masuknya lebih banyak produsen otomotif ke pasar tersebut. Sejak tahun 2010, sepuluh merek otomotif baru telah memasuki pasar Australia, sembilan di antaranya memproduksi kendaraan mereka di China.

Adopsi Kendaraan Listrik Semakin Cepat

Sebanyak 103.843 unit kendaraan listrik baterai (BEV) berhasil terdaftar di Australia selama semester pertama 2026. Angka ini meningkat 119,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) dan Electric Vehicle Council (EVC).

BEV menyumbang 16,4% dari pasar kendaraan baru Australia selama periode tersebut, naik signifikan dari 7,6% pada semester pertama 2025. BYD menjadi merek BEV terlaris di Australia pada semester pertama 2026, dengan pengiriman 29.192 unit, naik 241,2% secara tahunan. Tesla menyusul di posisi kedua dengan 23.588 unit, mengalami kenaikan 66,7%.

BYD kini menguasai 28,1% pasar BEV Australia, sementara Tesla memiliki 22,3%. Geely menempati posisi ketiga dengan 6.756 unit BEV, mengungguli Kia dengan 6.204 unit. Merek Jaecoo yang dimiliki Chery berada di urutan kelima, diikuti oleh Zeekr milik Geely.

Meskipun demikian, Tesla masih memegang predikat sebagai model BEV terlaris. Tesla Model Y mencatat 20.396 pengiriman selama semester pertama tahun ini, diikuti oleh BYD Sealion 7 dengan 12.516 unit dan Geely EX5 dengan 6.756 unit.

Khusus pada bulan Juni, Australia mencatat 32.570 penjualan BEV, setara dengan 23,3% dari total penjualan kendaraan baru. Diperkirakan sekitar 80% BEV yang terjual di Australia pada bulan tersebut diproduksi di China.

Produsen mobil China terus memperluas lini produk mereka di Australia. Xpeng, misalnya, baru-baru ini mengumumkan rencana peluncuran lima model kendaraan di negara tersebut dalam enam bulan ke depan, dengan Australia dijadwalkan menerima beberapa produk bersamaan dengan peluncuran di China.

Australia Semakin Penting bagi Ekspor China

China mengekspor lebih dari satu juta kendaraan pada Juni 2026, menandai pertama kalinya ekspor kendaraan bulanan melampaui angka tersebut, menurut data industri China. Kendaraan energi baru (NEV), termasuk BEV dan plug-in hybrid (PHEV), menyumbang 523.000 unit dari total tersebut.

Australia sangat rentan terhadap perubahan produksi kendaraan global karena negara tersebut tidak lagi memiliki industri manufaktur mobil penumpang skala besar dan sangat bergantung pada impor. Oleh karena itu, peningkatan pangsa pasar China di Australia mencerminkan ekspansi produsen mobil China secara global dan pergeseran jenis kendaraan yang dipasok ke pasar.

AADA menggambarkan perkembangan ini sebagai salah satu transformasi paling signifikan dalam sejarah pasar otomotif Australia, yang didorong oleh perubahan preferensi konsumen, elektrifikasi, dan kedatangan merek-merek baru.