Geograf.id — Manchester United berhasil meraih kemenangan pertama mereka di pra-musim 2026/27 dengan skor telak 5-0 melawan Rosenborg di Trondheim, Norwegia. Kemenangan ini menjadi respons positif setelah kekalahan sebelumnya dari Wrexham.
Pertandingan ini menampilkan beberapa penampilan individu yang kuat dan evolusi gaya permainan di bawah pelatih permanen baru, Michael Carrick. Pengaruh akademi muda klub juga terlihat jelas, meskipun beberapa pertanyaan masih menyelimuti salah satu pemain muda.
Perubahan Gaya ‘Carrick-ball’
Sejak Michael Carrick mengambil alih, fokus tim United bergeser pada transisi cepat dan serangan balik kilat melalui pemain sayap seperti Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu, serta kreativitas dari Bruno Fernandes dan Matheus Cunha. Pada periode tersebut, United menempati peringkat ketiga dalam hal serangan balik per pertandingan dan terdepan dalam gol yang dicetak dari serangan balik.
Namun, tim United kali ini, bahkan tanpa Fernandes atau Cunha, terlihat nyaman menguasai bola. Mereka mampu membongkar pertahanan Rosenborg, dengan Joshua Zirkzee memainkan peran penting dalam menjaga bola di lini serang dan membangun serangan. Meskipun transisi cepat masih menjadi bagian dari strategi, Carrick tampaknya ingin menerapkan perubahan gaya yang lebih mengutamakan penguasaan bola.
Peran Penting Zirkzee
Joshua Zirkzee tampil sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini. Meskipun sempat menjadi sosok yang banyak dikritik sejak kedatangannya pada tahun 2024, Zirkzee menunjukkan kualitas teknisnya di Norwegia. Ia menjadi jangkar penguasaan bola dan mampu menghubungkan permainan dengan rekan-rekannya.
Dalam 60 menit penampilannya, Zirkzee mencetak dua gol, salah satunya melalui aksi individu yang memukau setelah kerja sama satu-dua dengan Harry Amass, melewati dua bek dan mengecoh kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Namun, pertanyaan tetap ada mengenai kemampuannya beradaptasi dengan kecepatan sepak bola Inggris, dan perannya di masa depan mungkin lebih sebagai pelengkap bagi penyerang seperti Benjamin Sesko.
Bakat Muda dari Carrington Bersinar
Akademi Manchester United kembali menunjukkan potensinya. Shea Lacey, yang bermain sebagai nomor 10, menunjukkan kedewasaan dalam permainannya dan mencetak gol pembuka dengan tenang. Ia sempat menjadi bintang muda yang menjanjikan, dan kini menunjukkan bahwa ia bisa memiliki peran serius di tim utama.
Harry Amass, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, juga menunjukkan insting yang baik dalam menyerang dari posisi bek kiri dan solid dalam bertahan. Jacob Devaney dan Ethan Williams akan mengenang gol mereka, sementara Jaydan Kamason, bek kanan berusia 19 tahun, tampil elektrik dengan dua assist melalui umpan silang rendah yang mematikan.
Ke mana JJ Gabriel?
Munculnya JJ Gabriel, wonderkid berusia 15 tahun, dalam skuad perjalanan pra-musim menimbulkan antisipasi. Namun, pemain muda ini hanya duduk di bangku cadangan dan tidak mendapatkan kesempatan bermain. Manajer Michael Carrick mengisyaratkan bahwa Gabriel akan mendapatkan menit bermain di pertandingan persahabatan mendatang, sehingga para penggemar diminta untuk bersabar menanti perkembangannya.
Ikuti Geograf.id
