Geograf.id — Jake Paul berencana melakoni debutnya di ajang Mixed Martial Arts (MMA) tahun depan setelah menyepakati kesepakatan bersejarah dengan Professional Fighters League (PFL).
Pada Kamis (18/5/2023), diumumkan bahwa Most Valuable Promotions (MVP) milik Paul akan bergabung dengan PFL dalam upaya menantang monopoli UFC di dunia olahraga tarung.
Di bawah persyaratan merger tersebut, PFL pada akhirnya akan bertransformasi menjadi MVP MMA, dengan seluruh daftar petarungnya akan turut bergabung.
MVP sebelumnya telah mencatat kesuksesan dalam debutnya di ajang MMA pada Mei lalu melalui laga super fight wanita antara Ronda Rousey dan Gina Carano. Pertarungan tersebut menjadi acara MMA pertama yang disiarkan di Netflix dan menarik perhatian global dengan ditonton oleh 17 juta pemirsa.
Ambisi Paul dan MVP tidak berhenti di situ. Mereka bertekad untuk terus mendorong penyelenggaraan acara yang lebih besar dan berkualitas. Potensi pertarungan terbesar yang bisa mereka gelar saat ini, setidaknya dari segi tontonan dan skala, adalah debut MMA yang telah lama ditunggu-tunggu oleh salah satu pendiri MVP, Jake Paul sendiri.
Paul, yang dikenal sebagai ‘The Problem Child’, sebelumnya telah menandatangani kontrak dengan PFL pada tahun 2023 dengan niat untuk berkompetisi. Namun, ia justru meninggalkan perusahaan tersebut di awal tahun ini tanpa sekalipun bertanding.
Situasi tersebut diperkirakan akan berubah seiring dengan posisinya yang kini memimpin operasional bersama mitra bisnisnya, Nakisa Bidarian, dan CEO PFL, John Martin. “Saya sudah berusaha mewujudkan ini sejak lama,” ujar Paul mengenai debut MMA-nya saat tampil di acara SportsCenter ESPN baru-baru ini.
Ikuti Geograf.id
